Puisi-puisi Si Daun; Cinta dan Kematian

Cinta dan kematian

Aku berdebat,

mana yang lebih kuat;

cinta atau kematian?

 

Ada cinta sampai mati

Tapi, cinta selalu hidup

Keduanya tak saling menguasai

 

Dan, sebelum puisi ini mati

Maka, aku mencintaimu

 

(2019)

 

 

Pasar legi

Di muka pasar legi

yang sepi,

 

Di perjalanan waktu

magrib menuju sunyi,

 

Sepasang kekasih

menari dihujani gerimis

 

Sementara,

Sepasang mata ini

hanya menangis

 

(2019)

 

 

Menyakiti

Dua pasang kaki

dengan kelamin berbeda

di tiap pangkalnya

menginjak sabana

dan edelweis

yang menolak berbunga

Masuk dalam tenda

Lalu, saling menyakiti;

antara hati dan vagina

 

(2019)

 

 

Bibir

Di sisi cemara,

bibir pantai pancer,

bibirku menatap bibir kau

 

Mata kita

bercumbu mesra

 

Pasir basah

Bibirku basah

Bibirmu basah

Mataku basah

Hujan

 

(2019)

Si Daun

Si Daun

Penulis sebut saja 'Daun.' Sejiwa wanita perawan yang terkurung dalam tubuh janda muda selama lebih seperempat abad lamanya. Pernah menulis sambil menangis seharian ketika menulis nama suami tercinta di batu nisan.

More Posts

Beri Komentar