Puisi-puisi Miftahul Munir; Melipat Jarak

melipat jarak

 

puisipuisi yang dibaca

para pencinta

ialah upaya melipat jarak yang ada

di antara cinta dan pencinta

 

: terduduk menikmati

segala air mata siap jatuh

saat terenyuh

 

adakah yang lebih nikmat

dari persetubuhan

antara cinta dengan pencinta?

dengan perantara air mata?

 

madiun, 2019

 

 

akibat rindu

 

seperti batu menanggung rindu,

aku menjadi dungu

 

bagai batu diam menunggu,

akulah perindu yang sendu

 

jika boleh, aku ingin rindu serindu-rindunya

dengan tiada sakit di baliknya. atau, aku ingin

merindu tanpa harus menjadi dungu

agar bisa mengatur termometer rinduku padamu

 

tapi sayangnya, semua yang indah

selalu tidak berakhir indah

 

madiun, 2019

 

 

kakofoni

 

kita bagaikan kakofoni

namun beda arti

 

: aku mencintai

kau, abai

 

saling berkorelasi

demi klimaksnya puisi

 

madiun, 2019

 

 

kebonsari*

 

sarisari berkumpul

satu kebun

            air mata petani

tak pernah jatuh membasahi

 

sebelum jadi kebun

terlebih dulu ia ditirakati

agar ia menumbuhkan

            cinta abadi

 

jauh sebelum palu-arit

gencar menakut-nakuti

menjajahi

 

madiun, 2019

 

 

puisi terakhir yang ditulis

sebelum benar-benar berakhir

       : untuk alifya nur faizah

 

al, harihari tanpamu ialah temaram

yang berkepanjangan

seperti kendaraankendaraan antre di tol

untuk pulang ke kampung halaman

 

namun, suara manjamu selalu

tergiang di telingaku—

hingga temaram ingin menjelma dirimu

sialnya, ia kerap terlihat semu

 

dan anehnya, aku selalu menikmati itu

 

ponorogo, 2019

 

 

puisi terakhir sebelum tuhan

benar-benar mengakhiri

       : untuk alifya nur faizah

 

diamdiam kita jadi radius

menolak jarak lurus

dari segala dimensi

luar-dalam hati

 

hingga tuhan berkata:

“kau anggap aku ini apa?”

 

ponorogo, 2019

 

 

puisi yang benar-benar

sudah diakhiri tuhan

       : untuk alifya nurfaizah

 

tidak semua harus berada di pelukan

termasuk kau

 

ruangruang telah disiapkan untuk menyimpan

apa yang tak bisa didekap oleh pelukan

 

doadoa selalu diterbangkan ke kayangan

dengan senyum mengembang

       –meski yang dituju tak berada di pelukan

 

ponorogo, 2019

 

________

*Kebonsari: nama salah satu kecamatan di Madiun.

Miftahul Munir

Miftahul Munir

Lahir di Madiun dan bergiat di Komunitas Syawirasa, Langit Malam, dan Ngopi Tumpah. Sekarang masih menempuh pendidikan di Madrasah Mu’allimin-Mu’allimat, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Berdomisili di Asrama Al-Amanah. Instagram: @munirannumy.

More Posts

Beri Komentar