Mengingat Kembali Nilai-Nilai Pancasila

Sebelumnya mari kembali ke masa-masa duduk di bangku sekolah dasar, dimana tanpa disadari dan tidak tau maksudnya bahwa setiap hari senin selalu diadakan upacara bendera. Mungkin sebagain ada yang tahu upacara bendera adalah untuk menghormati perjuangan pahlawan yang telah memerdekakan Negara Indonesia sehingga mampu mengibarkan bendera mera putih. Tidak  juga dengan pembacaan UUD 1945 dan pancasila. Pada waktu itu, yang di ketahui adalah  bahwa UUD 1945 dasar hukum negeri, dan pancasila adalah  5 sila yang menjadi rumus negera. Lain halnya dengan pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) kemudian diganti dengan PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) dan diubah lagi menjadi PKN (Pendidikan Kewarganegaraan), yang mengenalkan apa itu pancasila. Salah satu pokok ajaran yang paling penting dalam pancasila  adalah bagaimana hidup rukun dengan tetangga, masyarakat, dan kepada orang lain.

Pancasila sudah ada dalam kehidupan manusia Indonesia semenjak 1 juni 1945 hingga saat ini. Bersamaan itu pula lahirlah UUD 1945 yang menjadi dasar Negara Indonesia. berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968, bunyi pancasila adalah sebagai berikut satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  Tidak hanya sekedar 5 sila yang selalu dibaca, jika di lihat dari segi makna yang terkandung di dalamnya maka pancasila adalah karunia tuhan yang telah di berikan kepada bangsa Indonesia melalu pikiran-pikiran para pendiri Indonesia. Lebih luasnya lagi adalah, pancasila sebagai alat pemersatu suku dan ras mulai dari Sabang sampai Meraoke.

Makna-Makna Setiap Sila dalam Pancasila

Ketuhanan yang maha esa, bahwa sila ini menegaskan Negara Indonesia di bangun dan didirikan atas dasar berkeyakinan kepada Tuhan, Tuhan menempati pada posisi pertama karena manusia tidak akan bisa mewujudkan Negara tanpa ada kuasa Tuhan. Selain itu menunjukkan bahwa Negara  mempunyai keyakinan yang dianut oleh setiap penduduknya, buka Negara yang ateis atau tidak bertuhan. Nilai yang terkandung dalam sila pertama bahwa dalam memeluk agama tidak ada paksaan dari siapa saja, negera memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk memilih dan memeluk agama yang diinginkan.

Kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagai manusia yang bermartabat maka sudah seharusnya berperilaku sesuai norma-norma dan nila moral yang berlaku. tidak boleh mebeda-bedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Menempatkan manusia sesuai tempatnya sebagai ciptaan tuhan, menjunjung tinggi atas kemerdekaan bangsa Indonesia, dan mewujudkan keadilan disetiap kehidupan merupakan pokok dari ajaran sila ke dua. Inti dari sila kedua adalah sebagai sesama penduduk Indonesia yang mempunyai hak keadilan yang sama dengan lainnya karena diciptakan sebagai manusia yang beradab.

Persatuan Indonesia, di dalam kehidupan memiliki cara pandang yang berbeda adalah hal yang lumrah dan diperbolehkan, suku dan ras yang berbeda serta agama yang berbeda juga tidak bertentangan dengan hukum, akan tetapi harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan dasar pada rasa nasionalisme  terhadap Negara. Susah payah para pahlawan mempersatukan bangsa dan Negara jangan sampai hanya karena berbeda pilihan, berbeda golongan, berbeda agama dan organisasi menjadi pemicu perpecahan. Harus disadari bahwa Negara Indoneisia dibangun dan di huni oleh beribu-ribu suku dan ras, kesemuannya mempunytai ciri khas masing-masing. Sila ketiga mengajarkan bahwa nasinalisme harus tetap jaga dalam wujud persatuan dan kesatuan agar tidak berpecah belah.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dalam menjalankan Negara, seorang pemimpin harus menjalankan dengan cara demokrasi yang artinya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat dengan diwujukkan adanya perwakilan rakyat di pemerintahan. Pemerintah sebagai wakil rakyat harus melakukan putusan yang bulat melalui musyawarah yang mengedepakan kepentingan rakyat. Arti kata bulat adalah mufakat yang diambil oleh para pemegang kekuasaan secara bersama-sama bukan atas keputusan individu atau golongan tertentu. Sehingga nila yang diajarkan oleh sila ke empat adalah wakil rakyat harus melakukan musyawarah mufakat demi kepentingan rakyat untuk menciptakan kesejahteaannya.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengandung dan mengajarkan bahwa dalam kehidupan  harus memiliki sikap yang adil baik secara lahir maupun batin. Tidak ada diskriminasi antara pengusa dengan rakyat. Adil disini memuat banyak aspek dalam kehidupan tidak adil dalam satu hal saja akan tetapi adil dalam segala hal. Orang yang bersalah harus menerima hukuman sesuai yang dilakukan, meskipun itu adalah anak pejabat bahkan anak prseiden sekalipun. Sehingga dengan demikian akan tercipta tatanan masyarakat yang tentram dan makmur.  Adil dalam aspek ekonomi, aspek sosial, dan lainnya. Sehingga ketiaka keadilan sosial sudah terwujud, maka masyarakat akan menjadi lebih sejahtera hidupnya.

Lima sila tersebut jika ditarik pada kesimpulan maka mengajarkan pada nilai ketuhanan, nilai kemanusian, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Semua nilai itu harus diwujudkan dalam setiap kehidupan sehari-hari, akan tetapi jika melihat ralita yang  ada sekarang nilai-nila yang terkandung dalam pancasila mulai luntur ditengah-tengah masyarakat. Nilai ketuhanan mulai luntur dengan adanya golongan yang memaksa untuk mengikuti golongan tesebut, jika tidak ikut dalam golongannya maka dianggap kafir dan menjadi musuh. Nilai kemanusian mulai, tidak adalagi system gotong royong antar warga. Nilai persatuan tergerus oleh perpecahan-perpecahan yang di munculkan oleh sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab. Dimana-mana ditebar kebencian. Nilai kerakyatan sudah tidak ada lagi. Para penguasa tidak memikirkan bagaimana nasib para rakyatnya, yang dipikirkan bagaimana perutnya bisa kenyang. Nilai keadilan hilang dengan banyaknya hukum yang tumpul keatas dan runcing kebawah.

Oleh karena itu sebagai generasi bangsa mari kembalikan lagi nilai-nila yang terkandung dalam pancasila disetiap kehidupan sehari-hari. Tanpa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, pancasila hanya akan menjadi rangkaian kata indah yang tersusun dalam lima sila yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 serta bangsa ini akan menjadi pecah belah, tidak ada lagi cirri khas yang dibanggakan.

Teguh Ansori

Teguh Ansori

penggiat dan pelopor pemberdayaan masyarakat

More Posts

Beri Komentar